body { font: normal normal 12px 'Roboto', sans-serif; color: #000000; background: #FFF none repeat scroll top left; } .header-button { display: block; height: 60px; line-height: 60px; background: #010048; }

ISTILAH TASAWUF FANA DAN BAQA'

FANA’ DAN BAQA’ Istilah fana’ oleh kaum sufi dipakai untuk menunjukkan keguguran sifa-sifat tercela, sedangkan baqa’ untuk menandakan keta...

FANA’ DAN BAQA’

Istilah fana’ oleh kaum sufi dipakai untuk menunjukkan keguguran sifa-sifat tercela, sedangkan baqa’ untuk menandakan ketampakan sifat-sifat terpuji. Jika pada diri salik tidak ditemukan dari salah satu kelompok sifat ini, maka pasti ditemukan sifat-sifat lain. Barangsiapa kosong (fana’) dari sifat-sifat tercela, maka sifat-sifat terpuji mengada. Barangsiapa dirinya dikalahkan oleh sifat-sifat tercela, maka sifat-sifat terpuji tertutupinya.

Ketahuilah, apa yang menjadi sifat seorang salik pasti mengandung tiga hgal, yaitu af’al, akhlak, dan ahwal. Af’al (perbuatan-perbuatan salik) adalah tingkah laku manusia yang diperagakan dengan kemampuan ikhtiarnya. Akhlak merupakan perngainya. Akan tetapi, keberadaannya selalu berubah seiring dengan tingkat penanganannya (pengendalian menuju arah perbaikan) yang berlangsung mengikuti perjalanan pembiasaan. Sedangkan ahwal merupakan awal langkah keberadaan kondisi salik. Kejernihannya terjadi setelah kebersihan af’al (pertumbuhan dan perbaikannya).

Dengan demikian, keberadaan ahwal seperti akhlak. Karena, jika salik turun ke gelanggang kehidupan untuk memerangi akhlaknya dengan hatinya, lalu meniadakan (mem-fana’-kan) sifat-sifat jeleknya dengan kesungguhan jihadnya (semangat riyadhah), maka Allah menganugerahinya dengan perbaikan akkhlak (maqam baqa’). Demikian juga jika salik menekuni penyucian af’alnya dengan (pemanfaatan) curahan (rahmat) yang diperluaskan untuknya, maka Allah pasti akan menganugerahinya pembersihan ahwalnya, bahkan menyempurnakannya.

Barangsiapa meninggalkan af’al (tingkah laku) tercela dengan lidah syariatnya, maka dia fana’ (kosong, sirna, taida atau gugur), dari syahwatnya. Barangsiapa fana’ dari syahwatnya, amaka dengan niat dan ikhlasnya dia menjadi baqa’ (tetap, muncul, mengada atau eksis) dalam ibadahnya. Barangsiapa zuhud dalam dunianya dengan hatinya, maka dia fana’ dari kesenangannya. Jika fana’ dari kesenangan dunia maka dia baqa’ dengan kebenaran tobatnya. Barangsiapa terobati akhlaknya sehingga hatinya fana’ dari sifat hasud, dendam, bakhil, rakus, marah, sombong, dan sifat-sifat lain yang merupakan jenis kebodohan nafsu, maka dia fana’ dari akhlak tercela. Jika fana’ dari ketercelaan akhlak, maka dia baqa’ dengan fatwa dan kebenaran. Barangsiapa telah mampu menyaksikan gerak aliran kekuasaan Nya dalam manifestasi pemberlakuan hokum-hukum (ketuhanan), maka dia dikatakan sebagai orang yang fana’ dari perhitungan dua kejadian (awal kejadian dan proses penggantian atau pengulangan) yang berlaku pada semua makhluk. Barangsiapa fana’ dari bayangan pengaruh-pengaruh sesuatu yang berubah-ubah, maka dia baqa’ dengan sifat-sifat Al-Haqq. Barangsiapa dikusai oleh kekuasaan hakikat (penampakan Al-Haqq) sehingga tidak bisa menyaksikan hal-hal yang berubah-ubah, baik berupa zat, bekas-bekas, tapak-tapak, catatan-catatan maupun reruntuhannya, maka dia fana’ dari makhluk dan baqa’ dengan Al-Haqq.

Fana’-nya salik dari af’al yang tercela dan ahwal yang rendah, dan dengan ke-fana’-an (ketiadaan) af’al dan ke-fana’-an dirinya dari dirinya dan keseluruhan makhluk dengan ditandai ketiadaan rasa pada dirinya sendiri dan sesuatu yang di luar (makhluk), maka dia menjadi fana’ dari ketiga-tiganya, maka tidak boleh ada sesuatu ari ketiga fana’ tersebut muncul (mengada).

Jika dikatakan seseorang fana’ dari irinya dan keseluruhan makhluk, maka sebenarnya dirinya masih ada dan keseluruhan makhluk juga masih ada. Akan tetapi, orang yang mengalami demikian sudah tidak lagi memiliki pengetahuan, rasa, dan kabar yang berkaitan dengan dirinya dan semua makhluk. Hakikat dirinya masih ada,keberadaan keseluruhan makhlukpun masih ada, namun dia sudah lupa terhadap dirinta dan mereka. Dia tidak mampu merasakan keberadaan dirinya dan semua makhluk. Hal itu disebabkan kesempurnaan (klimak) kesibukannya dengan sesuatu (Dzat) yang lebih tinggi dari itu semua.

Barangkali kamu pernah menyaksikan bagaimana gambaran seorang pria yang masuk ke ruangan seorang penguasa atau raja yang bengis (atau yang sangat berwibawa). Tentu dia akan kebingungan dan kehilangan nalar. Dia tidak sadar terhadap kebenaran dirinya dan orang-orang di mejelis raja. Bagaimana bentuk ruangan yang dimasukinya, apa isinya, dan bagaimana rupa dirinya, dia tidak tahu dan tidak mungkin mengabarkan perihalnya.

Dalam Al-Qura’an, gambaran semacam ini pernah diperlihatkan Allah dalam kisah Nabi Yusuf a.s.

     
Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa) nya, dan mereka mengucapkan takbir (takjub) dan melukai (jari) tangan mereka sendiri ( QS.YUSUF:31)

Wanita-wanita bangsawan Mesir ini ketika melihat ketampanan wajah Yusuf a.s., saat melintas didepan mereka,mereka terkejut, malu, segan kagum, dan amat kesengsem, sehingga tidak terasa pisau yang dipegangnya memotong tangan mereka sendiri. Mereka adalah selemah-lemahnya manusia.
 •    •     
Dan mereka mengatakan "Maha Sempurna Allah, Ini bukanlah manusia. Sesungguhnya Ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia."


Ini merupakan gambaran makhluk yang lupa terhadap keberadaan (kondisi) dirinya ketika bertemu makhluk lain. Maka, bagaimana menurutmu jika seseorang tersingkap (mukasyafah) dari tabir yang menutupi Al-Haqq. Jika makhluk saja bisa lupa akan keberadaan rasa terhadap dirinya dan seama makhluknya, maka apa tidak akan lebih menakjubkan (lupa, tak sadar, dan lalai) jika yang ditemukannya adalah Al-Haqq.

Barangsiapa fana’ dari kebodohannya, maka dia baqa’ dengan ilmunya. Barangsiapa fana’ dari syahwatnya, maka dia baqa’ dengan tobatnya. Barangsiapa fana’ dari kesenangan dunia, maka dia baqa’ dengan zuhudnya. Barangsiapa fana’ dari angan-angannya, maka dia baqa’ dengan kehendaknya, dan demikian seterusnya dalam keseluruhanproses penyempurnaan akhlak. Jika salik fana’ dari sifat-sifatnya yang tersebut di atas, maka dia naik dari ke-fana’-annya yang fana’ dari fana’-nya. Salik yang mengalami fana’ semacam ini sadar akan ke-fana’-annya dan melihat proses ka-fana’-annya. Hal ini seperti yang tergambar dalam syair di bawah ini :

Suatu kaum tersesat di
Tanah lengang yang sunyi
Kaum yang lain tersesat
Di medan (gemuruh) cinta
Maka mereka fana’ kemudian
Fana’ kemudian fana’(lagi
Dan baqa’ dengan baqa’ dari
(karena)dekatnya dengan Tuhan

Yang pertama fana’ dari dirinya lalu muncul sifat-sifatnya, dan ke-baqa’-an sifat-sifatnya mengada dengan sifat-sifat Al-Haqq, kemudian mengalami fana’ lagi dari sifat-sifat Al-Haqq, lalu muncul kesaksiannya bersama penampakan Al-Haqq, kemudian timbul fana’ berikutnya dari kesaksian ke fana’-annya bersama kehancuran dirinya dalam wujud Al-Haqq.


Nama

#LTN NUJaktim,3,#Pagarnusa #Nahdlatululama,3,AGAMA,65,AKIDAH,5,FIQH & USHUL FIQH,17,GALERI MAJELIS,1,HADIST dan ILMU HADIST,7,Hikmah,48,HUMOR,7,ISLAM,11,KHUTBAH,11,Kumpulan Sholawat,5,NAHWU SHOROF,3,Nasional,6,OPINI,42,Pendidikan,57,PSIKOLOGI AGAMA,26,RENUNGAN,30,SEJARAH,52,TASAWUF,21,TEKNOLOGI,3,TENTANG CINTA,10,TERJEMAHAN KITAB KUNING,1,ULUMUL QURAN,9,USHUL FIQH,4,WARTA,9,WARTA FOTO,15,WARTA JAKARTA,30,WARTA NASIONAL,223,Warta NU,61,WARTA POLITIK,29,Wisata Alam,2,WISATA RELIGI,1,
ltr
item
ramahNUsantara: ISTILAH TASAWUF FANA DAN BAQA'
ISTILAH TASAWUF FANA DAN BAQA'
ramahNUsantara
http://www.ramahnusantara.com/2010/05/istilah-tasawuf-fana-dan-baqa.html
http://www.ramahnusantara.com/
http://www.ramahnusantara.com/
http://www.ramahnusantara.com/2010/05/istilah-tasawuf-fana-dan-baqa.html
true
3253109472015871150
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts BACA LAINNYA Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Ramah NUsantara Ramah NUsantara Halaman Postingan Baca Semua BACA JUGA BERITA Ramah NUsantara ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
--- Kirimkan Artikel Anda Melalui email ramahnusantara@gmail.com ----