body { font: normal normal 12px 'Roboto', sans-serif; color: #000000; background: #FFF none repeat scroll top left; } .header-button { display: block; height: 60px; line-height: 60px; background: #010048; }

MENKO POLHUKAM: Jelaskan Polemik Isu PKI, dan Isu Pengadaan 500 Pucuk Senjata

RamahNUsantara, Jakarta -  Isu mengenai pemutaran kembali film penghianatan G. 30 S/PKI dan Isu Pengadaan 5000 Pucuk Senjata mengemuka ...


RamahNUsantara, Jakarta -  Isu mengenai pemutaran kembali film penghianatan G. 30 S/PKI dan Isu Pengadaan 5000 Pucuk Senjata mengemuka di Media Sosial.

Menko Polhukam  menyatakan dalam rilis resmi hari ini, Minggu, 24/9/17, bahwa kedua Isu yang ramai di media tidak usah diperdebatkan.

Berikut rilis lengkap Menko Polhukam.

Penjelasan Menko Polhukam, Tentang Isu Politik

Seperti  kita  ketahui  setiap  menjelang pemilu,   apakah  Pemilu  Kada, atau Pemilu Presiden,   dan Wakil  Presiden, suhu politik selalu  memanas.

Keadaan  itu  sudah  berlaku  sejak  dahulu, dan menjadi  bagian  dari  pasang  surutnya suhu  politik  dalam  alam  demokrasi.

Pemerintah  c.q.
Kemenko  Polhukam  dan  segenap jajarannya    akan  terus  menjaga  agar memanasnya  suhu politik  tersebut  masih pada  batas-batas  kewajaran,  agar  tidak menimbulkan  instabilitas nasional, yang tentu  akan  menganggu  berbagai kepentingan  nasional.

Menjelang  bulan  Oktober,  telah  muncul berbagai  isu  yang  cukup  meresahkan masyarakat dan  telah  menjadi  perdebatan publik  dengan  berbagai  spekulasi  yang menggiring   terjadinya  konflik horizontal yang  perlu  segera  dihentikan  agar  tak mengganggu kepentingan  nasional.

Oleh  sebab  itu  perlu  penjelasan  resmi dari  Kemenko  Polhukam  berkenaan dengan   beberapa  isu  miring  yang  telah tersebar  di  kalangan  masyarakat  baik lewat  Media Mainstream  maupun  Media Sosial.

Pertama,  mengenai  pemutaran  kembali Film  Penghianatan  G.30  S/PKI,  dan ajakan untuk nonton  bareng  bagi  beberapa institusi  merupakan  hal  yang  tidak  perlu diperdebatkan.


Peristiwa  30  September  1965, adalah peristiwa  sejarah  kelam  bangsa Indonesia.

Masih banyak  peristiwa  serupa  yang dialami  bangsa  Indonesia,  seperti pemberontakan  DI/TII,  Pemberontakan PRRI/Permesta,  peristiwa  Malari  ditahun 1974,  yang  semua  itu  adalah rangkaian  fakta  sejarah  yang  sudah  berlalu.

Kita  tidak  mungkin  memutar  kembali jarum  jam dan  mengubah fakta sejarah sekehendak  kita.

Sejarah  tersebut  merupakan  perjalanan bangsa  yang  dapat  dijadikan    referensi bangsa  untuk  menatap  ke  masa  depan.

Menonton film  sejarah  memang  perlu bagi  generasi  berikutnya untuk memahami  sejarah  kebangsaan Indonesia secara  utuh.

Kita  tak  perlu  malu,  marah  atau  kesal menonton  film  sejarah.

Ajakan atau  anjuran  menonton  tak  perlu dipolemikkan  apalagi  sampai  membuat bangsa  ini bertengkar  dan  berselisih.

Anjuran  Presiden  untuk  mempelajari sejarah  kebangsaan dengan menyesuaikan cara  penyajian  agar  mudah dipahami oleh generasi  Milenium, merupakan  kebijakan yang  rasional.

Kedua,  informasi  dari  Panglima  TNI tentang  adanya  institusi  di  luar  TNI  dan Polri  yang  akan membeli  5000  pucuk senjata  standard  TNI,  tidak pada tempatnya  dihubungkan  dengan eskalasi kondisi  keamanan, karena ternyata hanya adanya  komunikasi antar institusi yang belum tuntas.

Setelah  dikonfirmasikan kepada Panglima TNI,  Kapolri,  Kepala  BIN  dan instansi terkait,  terdapat  pengadaan  500 pucuk senjata  laras  pendek buatan PINDAD (bukan 5000  pucuk  dan  bukan  standar TNI) oleh  BIN  untuk  keperluan pendidikan  Intelijen.

Pengadaan  seperti  ini  ijinnya  bukan  dari Mabes  TNI  tetapi  cukup  dari Mabes Polri.

Dengan demikian  prosedur  pengadaannya tidak  secara  spesifik memerlukan kebijakan Presiden.  

Berdasarkan  penjelasan  ini  diharapkan tidak  ada  lagi  polemik  dan  politisasi  atas kedua  isu tersebut.

Jakarta,  24  September  2017
Menko Polhukam
TTD
Wiranto.

(*)




Nama

#LTN NUJaktim,3,#Pagarnusa #Nahdlatululama,3,AGAMA,62,AKIDAH,5,FIQH & USHUL FIQH,15,GALERI MAJELIS,1,HADIST dan ILMU HADIST,6,Hikmah,47,HUMOR,7,ISLAM,11,KHUTBAH,10,Kumpulan Sholawat,5,NAHWU SHOROF,3,Nasional,6,OPINI,41,Pendidikan,57,PSIKOLOGI AGAMA,25,RENUNGAN,28,SEJARAH,49,TASAWUF,21,TEKNOLOGI,3,TENTANG CINTA,10,TERJEMAHAN KITAB KUNING,1,ULUMUL QURAN,7,USHUL FIQH,4,WARTA,8,WARTA FOTO,15,WARTA JAKARTA,28,WARTA NASIONAL,212,Warta NU,58,WARTA POLITIK,27,Wisata Alam,2,WISATA RELIGI,1,
ltr
item
ramahNUsantara: MENKO POLHUKAM: Jelaskan Polemik Isu PKI, dan Isu Pengadaan 500 Pucuk Senjata
MENKO POLHUKAM: Jelaskan Polemik Isu PKI, dan Isu Pengadaan 500 Pucuk Senjata
https://3.bp.blogspot.com/-nb3-iGqpQDs/WcfD0-XdxYI/AAAAAAAAFEI/3eHYLMiEt94kFLAfjuwZA-nDP7iub2xhQCLcBGAs/s320/Screenshot_2017-09-24-21-08-33_1.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-nb3-iGqpQDs/WcfD0-XdxYI/AAAAAAAAFEI/3eHYLMiEt94kFLAfjuwZA-nDP7iub2xhQCLcBGAs/s72-c/Screenshot_2017-09-24-21-08-33_1.jpg
ramahNUsantara
http://www.ramahnusantara.com/2017/09/menko-polhukam-jelaskan-polemik-isu-pki.html
http://www.ramahnusantara.com/
http://www.ramahnusantara.com/
http://www.ramahnusantara.com/2017/09/menko-polhukam-jelaskan-polemik-isu-pki.html
true
3253109472015871150
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts BACA LAINNYA Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Ramah NUsantara Ramah NUsantara Halaman Postingan Baca Semua BACA JUGA BERITA Ramah NUsantara ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
--- Kirimkan Artikel Anda Melalui email ramahnusantara@gmail.com ----