body { font: normal normal 12px 'Roboto', sans-serif; color: #000000; background: #FFF none repeat scroll top left; } .header-button { display: block; height: 60px; line-height: 60px; background: #010048; }

Semarak Tahun Baru Islam 1439 H, Syiar Yang Bersahaja Namun Penuh Makna

P ergantian tahun secara umum oleh sebagian besar umat manusia di dunia menjadi moment yang cukup penting, kesan dan perasaan yang ingin ...


Pergantian tahun secara umum oleh sebagian besar umat manusia di dunia menjadi moment yang cukup penting, kesan dan perasaan yang ingin dialami saat menyambut pergantian tahun adalah rasa kebahagiaan, optimis, serta semangat perbaikan baik lahir maupun bathin, terkandung nilai-nilai spiritual dalam menyambut peristiwa pergantian tahun.


Banyak cara bahkan tradisi dalam menyambut tahun baru. Masyarakat etnis tionghoa merayakan imlek yaitu tradisi pergantian tahun bagi etnis Tionghoa di negeri Tiongkok, Taiwan, korea bahkan hampir warga Tionghoa di seluruh dunia. Tradisi ini terkait erat dengan perayaan datangnya musim semi yang dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama atau yang lebih dikenal dengan istilah Cap Go Meh. Perayaan Imlek meliputi sembahyang imlek, sembahyang kepada sang pencipta “Thian” atau Tuhan dalam bahasa Indonesia. Tujuannnya adalah agar mereka memperoleh kehidupan lebih baik di tahun baru yang akan mereka hadapi. (national geographic)

Tradisi tahun baru yang membudaya di hampir semua benua di planet bumi ini adalah menyambut tahun baru Masehi, semua manusia bersuka cita menyelenggarakan hiburan, pesta kembang api dan lain-lain, dari acara dilingkungan kecil sampai acara besar yang resmi diadakan oleh pengelola pemerintahan baik kota atau provinsi. Secara histori pergantian tahun masehi memiliki nilai spirit keagamaan, Pengganti Julius Caesar penguasa Kerajaan Romawi 45 SM yaitu Kaisar Augustus, mengganti nama bulan “sextilis” dengan nama bulan “Agustus”. Sehingga setelah Junius, masuk Julius, Kemudian Agustus. Kalender Julian ini kemudian digunakan secara resmi di seluruh Eropa hingga tahun 1582 M ketika muncul Kalender Gregorian. Januarius (Januari) dipilih sebagai bulan pertama, karena dua alasan. Pertama, diambil dari nama dewa Romawi “Janus” yaitu dewa bermuka dua, satu muka menghadap kedepan dan satu lagi menghadap ke belakang. Dewa Janus adalah Dewa penjaga gerbang Olympus. Sehingga diartikan sebagai gerbang menuju tahun yang baru. Bagi orang Kristiani tahun baru masehi dikaitkan dengan kelahiran Yesus Kristus atau Isa al-Masih, sehingga agama Kristen sering disebut agama Masehi. (atjehcyber)

Lalu bagaimana dengan kita umat Islam di Indonesia yang merupakan agama mayoritas? semarak tahun baru Islam di negeri kita Indonesia dari Sabang sampai Marauke mulai terasa, tradisi ini seiiring dengan dakwah dan anjuran para tokoh agama Islam di seluruh pelosok negeri ini baik para imam-imam Musholla atau masjid, para ustad dan ustadzah Pembina Majelis Ta’lim anak-anak atau orangtua, Kiyai pimpinan Pondok Pesantren, bahkan pimpinan aparatur pemerintahan, semua mengajak untuk merayakan pergantian tahun Hijriyah dengan cara yang positif mengandung nilai-nilai syiar Islam yang mengedepankan rasa syukur, muhasabah, optimisme, kebersahajaan, kebersamaan dan perdamaian. Melalui acara tausyiah, berdzikir bersama dan berdo’a akhir tahun dan awal tahun semoga harapan kedepan nilai-nilai universal kemanusian menjadi jauh lebih baik. 

Foto: RamahNusantara (20/9/17)

Sudut kota Jakarta Timur, tepatnya di Kelurahan Cipayung pada pukul 08.00 WIB ratusan anak-anak Madrasah berbaris melakukan pawai berjalan menyusuri jalan di wilayah Cipayung, diiringi tabuhan suara drumband, qosidah, dan marawis juga lantunan salawat. Mereka adalah siswa siswi dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri 16 Cipayung mencoba mensyiarkan tahun baru Hijriyah sebagai tahun baru Islam yang patut disyukuri dan disambut dengan semangat perubahan, dalam meraih prestasi baik akademik maupun non akademik khususnya di lembaga Madrasah, menurut Drs. Kurnain seorang guru senior MIN 16 Cipayung sekaligus Ketua panitia acara tersebut berdasar hasil komunikasi kami.

Pawai obor juga dilakukan oleh ratusan umat muslim di Kota Bekasi, menyusuri jalan raya dan perkampungan untuk memeriahkan pergantian tahun baru Islam pada Rabu malam. Peserta pawai dari berbagai kalangan tampak antusias, tersebar secara kelompok di beberapa sudut jalan Kota Bekasi. Seperti yang terpantau di Kampung Pintu Air, Kecamatan Medan Satria. (Fernando.Liputan6.com). Obor memiliki nilai filosofi bahwa nilai-nilai keIslaman adalah kumpulan cahaya yang mampu menerangi secara lahir maupun bathin kearah perjalanan yang lebih baik bagi setiap individu atau kelompok yang berada disekitarnya.

Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1439 H merupakan momentum muhasabah atau evaluasi terhadap diri sendiri. Hakikatnya adalah bukan hanya perpindahan masa (waktu), tetapi mental, moralitas, dan religiusitas kita sebagai warga bangsa. Mengubah sifat buruk menjadi lebih baik, korupsi menjadi anti korupsi, bebas nilai menjadi menjunjung tinggi nilai-nilai agama, miskin menjadi sejahtera, dan seterusnya. Berfoya-foya, hura-hura bukan cara yang elok untuk mensyukuri sebuah fase kehidupan. Tahun Baru Islam 1439 H mengajarkan kita menjadi hamba yang pandai bersyukur disaat lapang maupun sempit, walau bersahaja namun syarat makna. Bulan Muharram tepatnya tanggal 10 Syuro sering disebut “lebaran anak yatim”, walaupun berbagi apalagi menyantuni anak yatim tidak berbatas waktu kapanpun sangat baik. Tetapi di moment Muharram ini menjadi awal semangat berbagi, membantu sesama harus tumbuh dan menjadi budaya di bulan-bulan selanjutnya.

Pergantian tahun Hijriyah selalu mengingatkan umat pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad Saw dan para sahabatnya dari Makkah ke Madinah. Hijrah merupakan mata rantai untuk membangun tatanan kehidupan masyarakat yang memberi jaminan dan kebebasan menegakkan akidah, menjalankan ibadah, merealisasikan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, kasih sayang bagi alam semesta. (suyudlukmanhakim)


Nama

#LTN NUJaktim,3,#Pagarnusa #Nahdlatululama,3,AGAMA,65,AKIDAH,5,FIQH & USHUL FIQH,17,GALERI MAJELIS,1,HADIST dan ILMU HADIST,7,Hikmah,48,HUMOR,7,ISLAM,11,KHUTBAH,11,Kumpulan Sholawat,5,NAHWU SHOROF,3,Nasional,6,OPINI,42,Pendidikan,57,PSIKOLOGI AGAMA,26,RENUNGAN,30,SEJARAH,52,TASAWUF,21,TEKNOLOGI,3,TENTANG CINTA,10,TERJEMAHAN KITAB KUNING,1,ULUMUL QURAN,9,USHUL FIQH,4,WARTA,9,WARTA FOTO,15,WARTA JAKARTA,31,WARTA NASIONAL,228,Warta NU,65,WARTA POLITIK,29,Wisata Alam,2,WISATA RELIGI,1,
ltr
item
ramahNUsantara: Semarak Tahun Baru Islam 1439 H, Syiar Yang Bersahaja Namun Penuh Makna
Semarak Tahun Baru Islam 1439 H, Syiar Yang Bersahaja Namun Penuh Makna
https://2.bp.blogspot.com/-nC6IQeYib_o/WcNP0J1ENTI/AAAAAAAAALo/UiIelQ1gDTAQDDKRCFS5VK3FOiIVze1yACEwYBhgL/s320/Tahun%2BBaru.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-nC6IQeYib_o/WcNP0J1ENTI/AAAAAAAAALo/UiIelQ1gDTAQDDKRCFS5VK3FOiIVze1yACEwYBhgL/s72-c/Tahun%2BBaru.jpg
ramahNUsantara
http://www.ramahnusantara.com/2017/09/semarak-tahun-baru-islam-1439-hijriyah.html
http://www.ramahnusantara.com/
http://www.ramahnusantara.com/
http://www.ramahnusantara.com/2017/09/semarak-tahun-baru-islam-1439-hijriyah.html
true
3253109472015871150
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts BACA LAINNYA Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Ramah NUsantara Ramah NUsantara Halaman Postingan Baca Semua BACA JUGA BERITA Ramah NUsantara ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
--- Kirimkan Artikel Anda Melalui email ramahnusantara@gmail.com ----