body { font: normal normal 12px 'Roboto', sans-serif; color: #000000; background: #FFF none repeat scroll top left; } .header-button { display: block; height: 60px; line-height: 60px; background: #010048; }

Santri Milenial Jangan Jadi Follower, Jadilah Trend-Setter dalam Percepatan Teknologi

Foto: Diskusi E-Literacy, Rabu-Sabtu (25-27/10). RamahNUsantara, Surabaya - Ditengah arus perkembangan teknologi, sudah saatnya sant...


Foto: Diskusi E-Literacy, Rabu-Sabtu (25-27/10).

RamahNUsantara, Surabaya - Ditengah arus perkembangan teknologi, sudah saatnya santri tidak hanya menjadi follower, tapi sebagai trend-setter. Hal inilah yang disampaikan KH. Abdul Ghoffar Rozien, M.Ed (Gus Rozien), Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma'ahid Islamiyyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, dalam diskusi Hari Santri dalam agenda "Santri Urban Carnival" di Maspion Square, Surabaya,Rabu (25/10).

Dalam diskusi "E-Literacy untuk Penguatan Pendidikan" yang dipandu moderator Munawir Aziz (LTN PBNU/Periset Islam Nusantara), hadir narasumber M. Hasan Chabibie (Pustekkom Kemdikbud), H. Ahmad Athoillah (Ketua Panitia Hari Santri). Hadir juga KH. Lukman Haris Dimyati (Ketua Gerakan Ayo Mondok, Pengasuh Pesantren Tremas Pacitan), Gus Reza Ahmad (Ketua RMI Jatim), dan beberapa kiai pengasuh pesantren di Jawa Timur.

Dalam diskusi ini, Gus Rozien menekankan betapa santri zaman sekarang harus percaya diri dan terus mengembangkan kreatifitas. "Santri zaman sekarang tantangannya di dunia digital. Kita punya instrumen untuk mengembangkan diri. Teknologi informasi hanya sebagai alat, sebagai wasilah, maka harus digunakan sesuai konteksnya agar bermanfaat secara maksimal," ungkap Gus Rozien.

Dalam agenda ini, Gus Rozien mengisahkan bahwa pesantren memiliki kultur pengetahuan yang kuat, dan tetap relevan dalam perkembangan digital sekarang. "Pesantren punya tradisi sanad, untuk menjaga pengetahuan. Ada teman-teman yang merumuskan Fikih Media Sosial, di antaranya menggali metode sanad untuk akurasi informasi," jelas pengasuh Pesantren Maslakul Huda, Kajen Pati, Jawa Tengah.

Foto: Diskusi E-Literacy untuk Penguatan Pendidikan
di Maspion Square, Surabaya, Rabu-Sabtu (25-27/10).


Hasan Chabibie (Pustekkom Kemdikbud) menggambarkan betapa percepatan teknologi harus disikapi secara optimis. "Media televisi butuh 20 hingga 30 tahun untuk mempengaruhi publik, radio bahkan lebih lama. Sekarang, teknologi informasi dan media sosial sangat cepat berkembang. Komunitas santri harus siap dengan perkembangan ini, jadilah aktor yang mewarnai media sosial. Di sisi lain, komunitas pesantren harus memiliki 'knowledge management' yang bagus, untuk mewariskan pengetahuan pesantren pada lintas generasi," tegasnya.

Ketua Hari Santri Nasional, H. Ahmad Athoillah (Gus Aik), mengingatkan para santri tentang kaidah penting. "Para santri punya kaidah: al-muhafadzatu 'ala al-qadimi as-shalih, wal akhdzu bil jadidi al-ashlah, menjaga sesuatu yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik. Kaidah ini dapat digunakan untuk masa kini, jadi kita menggunakan teknologi untuk mengambil manfaat yang lebih baik. Dengan tetap menjaga khazanah pesantren yang baik, di antaranya kemampuan mengaji kitab kuning dan mengkaji pelbagai masalah keagamaan-kehidupan yang kontekstual," pinta Gus Aik.

Agenda diskusi ini, ditutup dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang Lomba Esai Pesantren dan Videotren (video pesantren). Rangkaian agenda Hari Santri diselenggarakan di berbagai kawasan, baik di pelosok Indonesia, maupun kota-kota di Eropa, Australia, Amerika dan Timur Tengah (*).


Nama

#LTN NUJaktim,1,#Pagarnusa #Nahdlatululama,3,AGAMA,60,AKIDAH,5,FIQH & USHUL FIQH,13,GALERI MAJELIS,1,HADIST dan ILMU HADIST,6,Hikmah,46,HUMOR,7,ISLAM,10,KHUTBAH,10,Kumpulan Sholawat,5,NAHWU SHOROF,3,Nasional,6,OPINI,41,Pendidikan,56,PSIKOLOGI AGAMA,20,RENUNGAN,28,SEJARAH,48,TASAWUF,21,TEKNOLOGI,2,TENTANG CINTA,10,TERJEMAHAN KITAB KUNING,1,ULUMUL QURAN,7,USHUL FIQH,4,WARTA,7,WARTA FOTO,15,WARTA JAKARTA,27,WARTA NASIONAL,198,Warta NU,51,WARTA POLITIK,21,Wisata Alam,2,WISATA RELIGI,1,
ltr
item
ramahNUsantara: Santri Milenial Jangan Jadi Follower, Jadilah Trend-Setter dalam Percepatan Teknologi
Santri Milenial Jangan Jadi Follower, Jadilah Trend-Setter dalam Percepatan Teknologi
https://2.bp.blogspot.com/-QOSSV_kyIpc/WfaO9lOBZBI/AAAAAAAAFxE/0jSIY5zp3_wqvQ6eETH_yle48aTFsdldgCLcBGAs/s320/IMG-20171030-WA0006.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-QOSSV_kyIpc/WfaO9lOBZBI/AAAAAAAAFxE/0jSIY5zp3_wqvQ6eETH_yle48aTFsdldgCLcBGAs/s72-c/IMG-20171030-WA0006.jpg
ramahNUsantara
http://www.ramahnusantara.com/2017/10/santri-milenial-jangan-jadi-follower.html
http://www.ramahnusantara.com/
http://www.ramahnusantara.com/
http://www.ramahnusantara.com/2017/10/santri-milenial-jangan-jadi-follower.html
true
3253109472015871150
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts BACA LAINNYA Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Ramah NUsantara Ramah NUsantara Halaman Postingan Baca Semua BACA JUGA BERITA Ramah NUsantara ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
--- Kirimkan Artikel Anda Melalui email ramahnusantara@gmail.com ----