body { font: normal normal 12px 'Roboto', sans-serif; color: #000000; background: #FFF none repeat scroll top left; } .header-button { display: block; height: 60px; line-height: 60px; background: #010048; }

Agar Tidak Ditolak Lagi, MUI: Dai Harus Pahami Islam dengan Wawasan Nasionalisme

RamahNUsantara, Jakarta - Sepanjang tahun 2017, banyak dai atau penceramah yang ditolak di beberapa daerah di Indonesia. Mereka tid...


RamahNUsantara, Jakarta - Sepanjang tahun 2017, banyak dai atau penceramah yang ditolak di beberapa daerah di Indonesia. Mereka tidak diterima karena berbagai alasan. Mulai dari dakwahnya tidak sesuai dengan nilai-nilai Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengafirkan kelompok yang lainnya, hingga dakwah yang mengusung ide khilafah.

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis mewanti-wanti para dai atau penceramah agar lebih hati-hati dalam menyampaikan ceramahnya mengingat ada banyak paham keagamaan di Indonesia. Jika hal itu diabaikan, maka antara satu kelompok Islam dengan yang lainnya akan saling menuduh sesat dan bisa menyebabkan perpecahan di tengah-tengah umat.

“Jangan sampai ada ceramah yang berpotensi memecah persatuan dan merusak NKRI,” kata Kiai Cholil, Selasa (2/1) malam.

Di sisi lain, Kiai Cholil berharap penegak dan batasan hukum bisa dipertegas untuk mengukur kesesuaian ceramah seorang dai atau penceramah dengan konstitusi Indonesia. Baginya, sesuai atau bertentangan sebuah ceramah dengan konstitusi Indonesia tidak bisa diukur berdasarkan pada perasaan semata.

“Di sinilah diperlukan ketegasan batasan hukum dan penegak hukum,” tegasnya.

Ia menyadari, seiring dengan meningkatkan keagamaan di Indonesia maka para dai atau ustadz memiliki peran penting dan tak terhindarkan bagi masyarakat. Ceramah-ceramah mereka senantiasa ditunggu umat. Agar tidak terjadi lagi penolakan dai atau penceramah di tahun ini, Kiai Cholil menghimbau kepada para dai untuk memahami Islam dengan wawasan nasionalisme ala Indonesia.

“Bagi para da’i harus menyadari tentang pentingnya memahami Islam wasathi (moderat) dengan wawasan nasionalisme,” tukasnya. (NU Online) 


Nama

#LTN NUJaktim,3,#Pagarnusa #Nahdlatululama,3,AGAMA,61,AKIDAH,5,FIQH & USHUL FIQH,13,GALERI MAJELIS,1,HADIST dan ILMU HADIST,6,Hikmah,46,HUMOR,7,ISLAM,10,KHUTBAH,10,Kumpulan Sholawat,5,NAHWU SHOROF,3,Nasional,6,OPINI,41,Pendidikan,57,PSIKOLOGI AGAMA,20,RENUNGAN,28,SEJARAH,48,TASAWUF,21,TEKNOLOGI,2,TENTANG CINTA,10,TERJEMAHAN KITAB KUNING,1,ULUMUL QURAN,7,USHUL FIQH,4,WARTA,7,WARTA FOTO,15,WARTA JAKARTA,27,WARTA NASIONAL,202,Warta NU,54,WARTA POLITIK,21,Wisata Alam,2,WISATA RELIGI,1,
ltr
item
ramahNUsantara: Agar Tidak Ditolak Lagi, MUI: Dai Harus Pahami Islam dengan Wawasan Nasionalisme
Agar Tidak Ditolak Lagi, MUI: Dai Harus Pahami Islam dengan Wawasan Nasionalisme
https://4.bp.blogspot.com/-OfDMK3widt4/Wk2f-Rz7WyI/AAAAAAAABxA/QGM-Mv1GJM8q8PxEPM80BPvY8yOUyzIsgCEwYBhgL/s1600/FB_IMG_1515036545218.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-OfDMK3widt4/Wk2f-Rz7WyI/AAAAAAAABxA/QGM-Mv1GJM8q8PxEPM80BPvY8yOUyzIsgCEwYBhgL/s72-c/FB_IMG_1515036545218.jpg
ramahNUsantara
http://www.ramahnusantara.com/2018/01/agar-tidak-ditolak-lagi-mui-dai-harus.html
http://www.ramahnusantara.com/
http://www.ramahnusantara.com/
http://www.ramahnusantara.com/2018/01/agar-tidak-ditolak-lagi-mui-dai-harus.html
true
3253109472015871150
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts BACA LAINNYA Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Ramah NUsantara Ramah NUsantara Halaman Postingan Baca Semua BACA JUGA BERITA Ramah NUsantara ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
--- Kirimkan Artikel Anda Melalui email ramahnusantara@gmail.com ----